Cianjur, 15 Mei 2025 – Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University bersama Kelompok Tani Milenial menggelar kegiatan “Penguatan Kelompok Penyedia Jasa Lingkungan” di Desa Kebonpeuteuy, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 13 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 11 anggota kelompok tani milenial dan tiga perwakilan dari P4W IPB University.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam mengelola potensi lokal yang berkaitan dengan penyediaan jasa lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta menggali berbagai permasalahan dan potensi desa, termasuk peluang pengembangan usaha berbasis pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Sejarah lokal desa juga menjadi bagian penting yang dibahas dalam pertemuan ini. Penelusuran terhadap asal-usul dan dinamika sosial Desa Kebonpeuteuy membantu membangun pemahaman kolektif yang akan menjadi dasar dalam merancang strategi pengembangan desa ke depan. Selain itu, peserta menyusun sketsa peta partisipatif yang memetakan kondisi wilayah desa saat ini mulai dari lahan pertanian, kawasan hutan, hingga sumber air dan pemukiman.

Perwakilan dari P4W IPB, Andi Yoga Saputra, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk membangun kelembagaan yang kokoh di tingkat desa.
“Kami melihat antusiasme yang besar dari kelompok tani milenial. Ini menunjukkan bahwa generasi muda desa memiliki peran strategis dalam upaya konservasi dan pengelolaan jasa lingkungan yang adil dan lestari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Milenial, Rustandi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang refleksi dan diskusi yang selama ini jarang difasilitasi.
“Kami jadi lebih tahu potensi desa dan juga sejarah yang ternyata bisa menjadi kekuatan kami ke depan. Harapan kami, struktur organisasi kelompok juga bisa diperkuat agar kerja kami lebih terarah dan berdampak,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan selanjutnya akan difokuskan pada penguatan kelembagaan kelompok. Dalam diskusi yang berlangsung, anggota kelompok menyampaikan keinginan untuk menambah bidang-bidang baru dalam struktur organisasi mereka guna meningkatkan efektivitas kerja dan pembagian tugas. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan generasi muda dalam pembangunan desa berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
